DOA NABI IBRAHIM AS DI DALAM AL QUR'AN
رَبِّ
هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
Ya Tuhanku, turunkan lah kepadaku hikmah dan masukkan lah aku ke
dalam golongan orang-orang yang saleh,
وَاجْعَل
لِّي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ
dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang
datang) kemudian,
وَاجْعَلْنِي
مِن وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ
dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mewarisi surga
yang penuh kenikmatan,
وَاغْفِرْ
لِأَبِي إِنَّهُ كَانَ مِنَ الضَّالِّينَ
dan ampunilah bapak ku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk
golongan orang-orang yang sesat,
وَلَا
تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ
dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,
يَوْمَ
لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ
(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
إِلَّا
مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,
وَأُزْلِفَتِ
الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ
dan (di hari itu) di dekatkan surga kepada orang-orang yang
bertakwa,
وَبُرِّزَتِ
الْجَحِيمُ لِلْغَاوِينَ
dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang
yang sesat",
وَقِيلَ
لَهُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ تَعْبُدُونَ
dan dikatakan kepada mereka: "Dimana kah berhala-berhala yang
dahulu kamu selalu menyembah(nya)
مِن
دُونِ اللَّهِ هَلْ يَنصُرُونَكُمْ أَوْ يَنتَصِرُونَ
selain dari Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong
diri mereka sendiri?"
وَإِذْ
قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ
الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُم بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ
الْآخِرِ ۖ قَالَ وَمَن كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلًا ثُمَّ
أَضْطَرُّهُ إِلَىٰ عَذَابِ النَّارِ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: "Ya Tuhanku,
jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari
buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan
hari kemudian. Allah berfirman: "Dan kepada orang yang kafir pun Aku beri
kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah
seburuk-buruk tempat kembali".
وَإِذْ
يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا
تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar
Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah
daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi
Maha Mengetahui".
رَبَّنَا
وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ
وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۖ إِنَّكَ أَنتَ التَّوَّابُ
الرَّحِيمُ
Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh
kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh
kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat
haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima
taubat lagi Maha Penyayang.
رَبَّنَا
وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ
وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ ۚ إِنَّكَ
أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seseorang Rasul dari kalangan
mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan
kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensuci kan
mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.
1.
Doa Pembangunan
رَبَّنَا
تَفَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِعُ الْعَلِيْمُ , رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا
مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرّْيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ , وَاَرِنَا
مَنَا سِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
artinya : Ya Tuhan, terimalah kebaktian kami, Sesungguhnya engkau
Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, ya Tuhan jadikan lah kami orang yang tunduk patuh kepada Mu, serta jadikan
lah pula anak turun kami jadi umat yang tunduk patuh kepada Mu. Tunjukkan lah
kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji, dan terimalah taubat kami.
Sesungguhnya engkau maha penerima taubat lagi maha penyayang” (QS, Al Baqarah :
127-128)
Penjelasan
Doa
ini baik sekali dibaca setelah selesainya rumah dibangun atau diperbaiki,
masjid, pesantren, madrasah dan pembangunan yang lain.
Dikisahkan
dalam Al-Quran bahwa Nabi Ibrahim a.s. membaca doa ini setelah selesai
membangun Kabah (Baitul Haram). Yang mana pada waktu itu ditimpa banjir besar
(zaman Nabi Nuh as), ketika itu Nabi Ibrahim dibantu putera nya Ismail as
membangun kembali ka'bah tersebut. Kemudian Setelah selesai mereka berdua
mengangkat tangan seraya berdoa dengan lafadz doa di atas.
2. Doa Sapu Jagad
رَبَّنَآ أَتِنَا فِى الدُّنْيَا
حَسَنَةً وَفِى الْأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Artinya: "Ya Tuhan, berilah kami kebaikan di dunia dan
kebaikan di akhirat, dan selamatkanlah kami dari siksa api neraka." (QS.
Al-Baqarah: 201).
Penjelasan
Dalam
Al-Quran dijelaskan bahwa doa ini dibaca oleh orang-orang muslim yang tulus
setelah selesai melaksanakan ibadah.
Di dalam tafsir Ibnu Katsir
dijelaskan pula bahwa doa ini mengandung seluruh kebaikan di dunia dan akhirat
serta menghindarkan dari segala keburukan. Maka dari itu baik sekali doa ini
dibaca pada setiap kesempatan.
3. Doa Tabah Menghadapi Lawan
رَبَّنَآأغْفِرْ عَلَيْنَا
صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَا مَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ
Artinya: "Ya Tuhan,
limpahkanlah kesabaran atas diri kami, kokohkanlah pendirian kami, serta
tolonglah kami dalam mengalahkan orang-orang kafir." (QS. Al-Baqarah:
250).
Penjelasan
Dijelaskan dalam Al-Quran, bahwa doa ini dibaca oleh sekelompok mukmin yang bergabung dengan pasukan Thalut melawan jalut. Sehingga dengan doa tersebut dan izin Allah Swt. pasukan Thalut dapat mengalahkan Jalut, dan Dâud membunuh Jalut.
4. Doa Keselamatan
رَبَّنَا لَاتُؤَاخِذْنَآ
إِنْ نَسِيْنَآ أَوْاَخْطَأْنَا , رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا
حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا, رَبَّنَا وَلَا حْمِلْنَا مَالَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ , وَاعْفُعَنَّا وَاغْفِرْلَنَا وَارْحَمْنَآ اَنْتَ مَوْلَانَافَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ
Artinya: "Ya Tuhan, janganlah Engka siksa kami karena lupa atau bersalah. Ya Tuhan, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana telah Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kamj, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami dalam mengalahkan orang-orang kafir." (QS. Al-Baqarah: 286).
Penjelasan:
Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya merangkum sepuluh hadis tentang keutamaan membaca doa diatas. Diantaranya hadis yang diriwayatkan dari sahabat 'Abdullah bin Mas'ûd, bahwa Nabi Saw. telah bersabda: "Barang siapa yang membaca dua ayat yang akhir surah Al-Baqarah (ayat 285-286) setiap malam, maka dia akan mendapatkan keselamatan." (Tafsir Ibnu Katsîr Juz, I, hal.340).
5. Doa Menghindari Kesesatan
رَبَّنَا لَا تُزِغْ
قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذَهَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ
أَنْتَ الْوَهَّابُ
Artinya: "Ya Tuhan, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakan lah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sungguh hanya Engkaulah Yang Maha Pemberi karunia." (QS. Ali 'Imran: 8).
Penjelasan
Dalam Al-Quran dijelaskan, bahwa doa ini dibaca oleh orang-orang ahli ilmu yang beriman kepada keagungan Al-Quran. Dan mereka berdoa kepada Allah Swt. agar tetap ada dalam jalan kebenaran, hatinya tidak condong kepada kesesatan setelah mendapatkan petunjuk, serta memohon curahan rahmat-Nya.
Artinya: "Ya Tuhan, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakan lah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sungguh hanya Engkaulah Yang Maha Pemberi karunia." (QS. Ali 'Imran: 8).
Penjelasan
Dalam Al-Quran dijelaskan, bahwa doa ini dibaca oleh orang-orang ahli ilmu yang beriman kepada keagungan Al-Quran. Dan mereka berdoa kepada Allah Swt. agar tetap ada dalam jalan kebenaran, hatinya tidak condong kepada kesesatan setelah mendapatkan petunjuk, serta memohon curahan rahmat-Nya.
6. Doa Kekuatan Iman
رَبَّنَا إِنَنَآ اَمَنَّا فَاغْفِرْلَنَا
ذُنُوْبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Artinya: "Ya Tuhan,
sungguh kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami, dan selamatkanlah
kami dan siksa neraka:" (QS. Âli 'Imrân: 16).
Penjelasan:
Dikisahkan dalam Al-Quran, bahwa doa ini dibaca oleh orang bertaqwa yang rajin melaksanakan perintah Allah Swt., sehingga ia lupa pada kesenangan dunia.
Baik sekali doa ini dibaca juga untuk memperkuat keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Swt.
7. Husnul Khâtimah (akhir yang baik)
رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا
مُنَادِيًايُنَادِيْ لِلْاِيْمَانِ أَنْ أَمِنُوْا بِرَبِّكُمْ فَاَمَنَّا , رَبَّنَا
فَاغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَكَفِّرْعَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْاَبْرَارِ
, رَبَّنَاوَأَتِنَا مَاوَعَدْتَنَا عَلَى رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ
إِنَّكَ لَاتُخْلِفُ الْمِيْعَادِ
Artinya: "Ya Tuhan
sungguh kami telah mendengar seruan yang menyeru kepada iman: "Berimanlah
kamu kepada Tuhanmu, maka kami pun beriman. Ya Tuhan, ampunilah dosa-dosa kami
dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, serta matikanlah kami beserta
orang-orang yang banyak berbuat kebajikan. Ya Tuhan, berilah kami apa yang
telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul-Mu, dan
janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat nanti. Sungguh Engkau sama
sekali tidak akan pernah menyalahi janji." (QS. Âli Imrân: 193-294).
Penjelasan:
Baik sekali doa di atas dibaca pada setiap kesempatan, tapi lebih utama pada waktu tengah malam (sepertiga malam) sampai menjelang shubuh. Karena ayat ini pula yang dibaca Nabi Saw. ketika bangun dari tidurnya sambil memandang langit. Demikian peielasan Al-Bukhârî dari Ibnu 'Abbâs.
8. Doa Penyesalan
رَبَّنَا ظَلَمْنَا
أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْلَنَا وَتَرْحَمْنَالَنَكُوْنَنَّ مِنَ
الْخَاسِرِيْنَ
Artinya: "Ya Tuhan, kami
telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami serta
memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang
merugi." (QS. Al-A'râf 23).
Penjelasan :
Doa ini merupakan doanya Nabi Adam a.s. dan istrinya Hawa, ketika keduanya terlanjur memakan buah khuldi yang dilarang oleh Allah Swt., sehingga mereka berdua dikeluarkan dari surga. Karena penyesalan nya atas melanggar larangan Allah Swt., maka mereka berdoa agar diampuni dosanya. Lebih detail nya tentang Adam dan Hawa dapat dilihat dalam Al-Quran surah Al-A'râf ayat 11-25.
9. Doa Tolak Neraka
رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِقَوْالظَّالِمِيْنَ وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ
Artinya: "Ya Tuhan, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama dengan orang-orang zhalim."(Al-A'râf 47).
Penjelasan:
Doa dia atas dibaca oleh Ahl al-A'râf, yakni orang-orang yang amal kebajikan dan kejahatannya seimbang. Ketika mereka melihat ahli surga dengan berbagai kenikmatannya, mereka berkata: "Kesejahteraan semoga tercurah buat kalian, wahai ahli surga." Dan ketika mereka melihat ahli neraka dengan berbagai siksanya, mereka berkata: "Kami berlindung kepada Allah dari apa yang sedang kalian alami, Wahai ahli neraka." Lalu mereka berdoa dengan doa diatas, yaitu memohon agar tidak disatukan dengan orang-orang dhalim.
10. Doa Mohon Keadilan
Artinya: "Ya Tuhan, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan haq (adil). Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya." (QS. Al-A'râf 89).
Penjelasan:
Dikisahkan dalam Al-Quran bahwa doa ini dibaca oleh Nabi Syu'aib a.s. ketika beliau diusir oleh kaumnya lantaran ingkar terhadap agama yang dibawanya dan menolak ajakan kaumnya untuk kembali kepada ajaran agama mereka ketika itulah Nabi Syu'aib a.s. memohon kepada Allah agar diberi keadilan antara agama Allah dan agama kaumnya. Lebih detailnya kisah Nabi Syu'aib ini bisa dilihat dalam Surah Al-A'râf ayat 89-91, dan tafsir Kurtubi Juz, VII, hal.251.
+ komentar + 1 komentar
Jazakumullahi khoiron
bersama perjalananumroh.com
Posting Komentar